Masalah untuk TL-WN321G

Tinggalkan komentar


Saya kemarin membeli wifi adapter TL-WN321G
selesai install driver, icon wireless network di try gak muncul2 ๐Ÿ˜ฆ
saya coba masuk ke sini :
control-panel –> System —> Hardware tab —> Device manager
—> Network adapter
di devicenya selalu ada tanda seru warna kuning.
dan waktu process intall drivernya (dari CD yang ada di boxnya)
selalu muncul pesan :
“there was a problem installing this hardware”.
Saya pakai Windows XP.
Adakah teman2 disini yang punya pengalaman yang sama dan bisa sharing
pemecahannya ?


Jawab:
Saya juga pernah mengalami masalah yang sama. Driver yg disertakan dengan wifi adapternya ternyata tidak support dengan os saya yang win 7 64bit. Akhirnya saya googling untuk mendapatkan driver terupdate.

Jadi langkah pertama, coba cari tahu XP-nya under 32Bit atau 64Bit. Setelah itu masuk ke website vendornya, download sesuai dengan os-nya. Sebelumnya jangan lupa uninstall driver yang lama sampai bersih.

Jika masalah ini tidak terpecahkan, coba attach adapternya di kompi lain atau laptop (sebelumnya disable wifi laptopnya) kemudian test. Jika dari tetap gagal, ya ada kemungkinan rusak hardwarenya. Kembalikan saja ke tempat bapak beli.
Moga membantu.
Untuk drivernya ternyata sudah update semua. Akhirnya yang saya lakukan adalah mencabut wifi card dan memindahkannya ke slot sebelahnya. Dan sudah 4 hari terakhir tidak ada masalah lagi. Thanks to all
Coba cek kembali software untuk wi-fi nya yang bawaan dari laptopnya, drivernya mungkin udah ok tapi ada program aplikasi untuk wi-fi nya,
Saya baru memasang Access Point buat wifi di rumah. Awalnya tidak ada masalah baru kemudian sering status wifi di laptop saya Limited Access dan tidak bisa connect jaringan. Laptop saya dengan OS Win7 64bit, sedang laptop adik saya yang menggunakan XP lancar2 saja. Saya sudah coba setting dengan static ip yang didaftarkan di router maupun daftarkan mac addressnya, tapi masalahnya berulang terus.

Biasanya untuk mengatasi masalah itu saya disable wifi laptop, matikan router, tunggu sebentar, hidupkan, baru bisa connect. Nah yang jadi masalah harus begitu berulang kali. Bahkan pernah cara itu tidak berhasil jadi saya harus me-reset router dan cabut wifi card dahulu baru jalan.
coba mas yatno check USB portnya apakah sdh pakai yg versi 2.0 atau lebih.
USB Wifi TL-WN321G itu support untuk USB yg versi 2.0 ke atas.
kalau USB nya dah gak ada masalah, coba mas Yatno masuk ke computer management – service and Apllication – service (extended) – Wireless Zero Configuration ( start/restart).
semoga keterangan saya di atas bisa sedikit membantu.
Coba cek kembali software untuk wi-fi nya yang bawaan dari laptopnya, drivernya mungkin udah ok tapi ada program aplikasi untuk wi-fi nya,
Saya baru memasang Access Point buat wifi di rumah. Awalnya tidak ada masalah baru kemudian sering status wifi di laptop saya Limited Access dan tidak bisa connect jaringan. Laptop saya dengan OS Win7 64bit, sedang laptop adik saya yang menggunakan XP lancar2 saja. Saya sudah coba setting dengan static ip yang didaftarkan di router maupun daftarkan mac addressnya, tapi masalahnya berulang terus.

Biasanya untuk mengatasi masalah itu saya disable wifi laptop, matikan router, tunggu sebentar, hidupkan, baru bisa connect. Nah yang jadi masalah harus begitu berulang kali. Bahkan pernah cara itu tidak berhasil jadi saya harus me-reset router dan cabut wifi card dahulu baru jalan.

Ada suggest? Thanks.

keliatannya sulit juga ya untuk dijadikan perbandingan, karena ada 2 laptop dan 2 os yang berbeda. Sepertinya kalau APnya sich tidak bermasalah, kalau saat limited connection terlihat bar signalnya mungkin bisa reinstall driver wifi yang di win 7 (atau dicoba dengan driver yang lain).

Tanya:
minta penjelasan Logika dan analoi Web?????
minta penjelasan donk soal apa itu Web hosting, domain server,web FTP,sub domain server,Cpanel dan kaitan antara kesemuaanya yang bisa dicerna oleh anak2 usia 12 tahun karena sekarang mereka sedang mencoba berlatih membuat web gratisan ..maaf maksudnya belajar membuat website sederhana
kalo keterangan dari buku , mereka malah bingung artinya, kalo ditanya mengerti , mereka geleng2…
kira kira kalimat atau pribahasa yang pas untuk mereka terkait arti yang diatas apa ya.. dan gimana

Mohon pencerahannya … terimakasih

jawab:
Bikin logika yg mudah aja, ibaratkan hosting server adalah rumah dan domain name adalah no telp nya trus utk sub domain sebagai no telp extensionnya
Edan ya anak sekarang umur segitu udah belajar struktur web.. Heheheheheee..

Menurut saya, kadar pengetahuannya terlalu spesifik, akan sangat sukar diterima oleh kemampuan standar logis anak2 diusia tsb.
Mungkin disederhanakan saja, krn intinya kan membuat website, bisa dimulai dgn membuat halaman html sederhana, sementara webservernya bisa menggunakan iis/apache secara lokal.
Konsepnya membuat intranet sederhana.
Ada 2 hal yg menurut saya bisa dikatagorikan membuat website.
1. Desain grafis halaman website
2. Logika sederhana pemrograman pada website (php,asp)
U/ seusia 12tahunan, saya lebih condong u/ mengenalkan no 1 terlebih dahulu.

Analogi untuk anak-anak mungkin bisa dengan begini:

Website bisa diibaratkan sebagai rumah, kantor, toko, ruko ataupun gedung. Domain adalah nama atau penunjuk untuk menyebutkan lokasinya, seperti Istana Negara, Pasar Kramatjati, BEJ, Bank Anu dan sebagainya. Berbeda dengan nama-nama bangunan atau kantor secara riil, yang bisa saja sama, nama domain itu unik atau berbeda satu sama lain. Alamat sebenarnya dari website itu sendiri ditunjukkan dengan IP, yang bisa disamakan dengan nomor rumah atau nomor bangunan. Sementara sub domain adalah penunjuk bagian-bagian pada rumah atau ruko atau gedung, misalnya lantai 2, ruang toko, blok C, dan sebagainya.

Sedang web hosting adalah tempat atau ‘bangunan’ di mana website itu berada. Secara riil ‘bangunan’ tempat website berada adalah sebuah komputer server. FTP adalah kendaraan atau alat untuk membawa barang-barang atau isi-isi website. Lalu, CPanel? CPanel adalah ruang utama, atau semacam ruang administrasi pada kantor. Di ruang CPanel terdapat pintu-pintu penghubung untuk masuk ke ruang-ruang website (folder) utnuk mengelola isi-isinya. Melalui CPanel, kita bisa memasukkan pula barang-barang ke ruang-ruang website. Untuk menggunakan FTP atau masuk ke CPanel, diperlukan username dan password yang bisa diibaratkan sebagai tiket sah. Tanpa tiket yang sah ini, kita tidak bisa menggunakan FTP ataupun masuk ke CPanel.
Monggo dikembangkan lebih lanjut.

Sudah benar apa yang dijelaskan sdr Ghufron, saya ingin melengkapi saja.

Webhosting = rumahnya website

Domain = alamat rumahnya/ alamat unik dari website tersebut.

FTP = Pintu masuk ke rumah / sebuah pintu yang menghubungkan data website ke dalam hostingnya.

Subdomain = nomer kamar-kamar di rumah / bagian alamat terendah dari web tersebut.

C-Panel = Adalah sebuah sistem keseluruhan yang mengatur rumah tersebut / dalam website biasanya untuk semua aktifitas dari mengatur domain sampai database web tersebut.

Coba diterangkan dengan seksama dan secara penuh ceria pada anak usia 12 tahun, pelan-pelan saja, pasti mengerti qo.

Saya coba jelasin dikit
Webhosting itu rumahnya, domain itu alamat rumah, FTP itu jalan masuk ke rumah buat naroh barang (Lift barang), subdomain itu nomer kamar di rumah,
kira-kira begitu kali ya,

low boleh menambahkan, tapi maf low salah, wbhosting itu rmhnya (idem), domain itu nama rumahnya (idem), IP itu alamat nomer rumah, FTP tempat di rumah utk naruh barang, kek gudang (idem) , subdomain itu nama bagian dirumah itu/rmh itu dibagi/dipecah dalam bagian-bagian tersendiri [misal: dapur, kmar tamu, beranda, dll]

Anggap aja web itu sebuah mall besar dimana orang melakukan kegiatan belanja, makan, jalan-jalan, dll. Kalau saya mau jualan tapi tidak punya modal banyak maka saya bisa menyewa tempat di mall tsb dan ini yg disebut web hosting.

Jika saya ingin membuka dept store di mall tsb saya bisa beli/sewa tempat dan saya beri nama Deptstore ABC. Didalam dept store tsb ada bagian kosmetik, pakaian, mainan anak, dll. Dept store bisa dianalogikan domain, ABC nama domain dan bagian-bagiannya adalah sub-domain. Customer service dept store yg memberi informasi ke pengunjung yg datang bisa dianalogikan domain server, para SPG/pelayan di masing-masing bagian bisa dianggap sub-domain server.

Kalau FTP analoginya supplier jika ingin memasukkan barang ke gudang dept store tidak ikut jalur pengunjung, mereka punya jalur khusus yg lebih sederhana/cepat.
CPanel adalah manager dept store-nya yg mengendalikan semua kegiatan.
Dem
ikian masukkan dari saya, semoga berhasil.

Iklan

Waspada Berbagai Syirik di Sekitar Kita!

Tinggalkan komentar

Kalau ada seorang penceramah berkata di atas mimbar: โ€œSungguh perbuatan syirik dan pelanggaran tauhid sering terjadi dan banyak tersebar di masyarakat kita!โ€, mungkin orang-orang akan keheranan dan bertanya-tanya: โ€œBenarkah itu sering terjadi? Mana buktinya?โ€.

Tapi kalau berita ini bersumber dari firman Allah Taโ€™ala dalam al-Qurโ€™an, masihkah ada yang meragukan kebenarannya? Allah Taโ€™ala berfirman,

{ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู…ูุดู’ุฑููƒููˆู†ูŽ}

โ€œDan sebagian besar manusia tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan- Nya (dengan sembahan-sembahan lain)โ€ (QS Yusuf:106).
Lagi

Aib Anda atau Orang Lain?

Tinggalkan komentar

Segala puji bagi Allah, Rabb yang telah menunjuki jalan pada bersihnya hati. Sungguh beruntung orang yang mau mensucikan hatinya. Sungguh merugi orang yang mengotori hatinya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Mengapa diri ini selalu menyibukkan diri dengan membicarakan aib orang lain, sedangkan aib besar yang ada di depan mata tidak diperhatikan. Akhirnya diri ini pun sibuk menggunjing, membicarakan aib saudaranya padahal ia tidak suka dibicarakan. Jika dibanding-bandingkan diri kita dan orang yang digunjing, boleh jadi dia lebih mulia di sisi Allah. Demikianlah hati ini seringkali tersibukkan dengan hal yang sia-sia. Semut di seberang lautan seakan nampak, namun gajah di pelupuk mata seakan-akan tak nampak, artinya aib yang ada di diri kita sendiri jarang kita perhatikan.

โ€˜Aibmu Sendiri yang Lebih Seharusnya Engkau Perhatikan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata,

ูŠุจุตุฑ ุฃุญุฏูƒู… ุงู„ู‚ุฐุงุฉ ููŠ ุฃุนูŠู† ุฃุฎูŠู‡ุŒ ูˆูŠู†ุณู‰ ุงู„ุฌุฐู„- ุฃูˆ ุงู„ุฌุฐุน – ููŠ ุนูŠู† ู†ูุณู‡

Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” [Semut di seberang lautan nampak, gajah di pelupuk mata tak nampak, pen].[1]

Wejangan Abu Hurairah ini amat bagus. Yang seharusnya kita pikirkan adalah aib kita sendiri yang begitu banyak. Tidak perlu kita bercapek-capek memikirkan aib orang lain, atau bahkan menceritakan aib saudara kita di hadapan orang lain. Aib kita, kitalah yang lebih tahu. Adapun aib orang lain, sungguh kita tidak mengetahui seluk beluk hati mereka.

Anggap Diri Kita Lebih Rendah Dari Orang Lain

โ€˜Abdullah Al Muzani mengatakan,

ุฅู† ุนุฑุถ ู„ูƒ ุฅุจู„ูŠุณ ุจุฃู† ู„ูƒ ูุถู„ุงู‹ ุนู„ู‰ ุฃุญุฏ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ูุงู†ุธุฑุŒ ูุฅู† ูƒุงู† ุฃูƒุจุฑ ู…ู†ูƒ ูู‚ู„ ู‚ุฏ ุณุจู‚ู†ูŠ ู‡ุฐุง ุจุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูˆุงู„ุนู…ู„ ุงู„ุตุงู„ุญ ูู‡ูˆ ุฎูŠุฑ ู…ู†ูŠุŒ ูˆุฅู† ูƒุงู† ุฃุตุบุฑ ู…ู†ูƒ ูู‚ู„ ู‚ุฏ ุณุจู‚ุช ู‡ุฐุง ุจุงู„ู…ุนุงุตูŠ ูˆุงู„ุฐู†ูˆุจ ูˆุงุณุชูˆุฌุจุช ุงู„ุนู‚ูˆุจุฉ ูู‡ูˆ ุฎูŠุฑ ู…ู†ูŠุŒ ูุฅู†ูƒ ู„ุง ุชุฑู‰ ุฃุญุฏุงู‹ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุฅู„ุง ุฃูƒุจุฑ ู…ู†ูƒ ุฃูˆ ุฃุตุบุฑ ู…ู†ูƒ.

โ€œJika iblis memberikan was-was kepadamu bahwa engkau lebih mulia dari muslim lainnya, maka perhatikanlah. Jika ada orang lain yang lebih tua darimu, maka seharusnya engkau katakan, โ€œOrang tersebut telah lebih dahulu beriman dan beramal sholih dariku, maka ia lebih baik dariku.โ€ Jika ada orang lainnya yang lebih muda darimu, maka seharusnya engkau katakan, โ€œAku telah lebih dulu bermaksiat dan berlumuran dosa serta lebih pantas mendapatkan siksa dibanding dirinya, maka ia sebenarnya lebih baik dariku.โ€ Demikianlah sikap yang seharusnya engkau perhatikan ketika engkau melihat yang lebih tua atau yang lebih muda darimu.โ€[2]

Mengapa Sibuk Membicarakan Aib Orang Lain?

Jika kita memperhatikan nasehat-nasehat di atas, maka sungguh kita pasti tak akan ingin menggunjing orang lain karena aib kita sendiri terlalu banyak. Itulah yang kita tahu.

Menceritakan aib orang lain tanpa ada hajat sama sekali, inilah yang disebut dengan ghibah. Karena ghibah artinya membicarakan aib orang lain sedangkan ia tidak ada di saat pembicaraan. Aib yang dibicarakan tersebut, ia tidak suka diketahui oleh orang lain.

Keterangan tentang ghibah dijelaskan dalam hadits berikut,

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ุบููŠุจูŽุฉู ยป. ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฐููƒู’ุฑููƒูŽ ุฃูŽุฎูŽุงูƒูŽ ุจูู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ยป. ู‚ููŠู„ูŽ ุฃูŽููŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ููู‰ ุฃูŽุฎูู‰ ู…ูŽุง ุฃูŽู‚ููˆู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ู ููŽู‚ูŽุฏู ุงุบู’ุชูŽุจู’ุชูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูููŠู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽู‡ูŽุชู‘ูŽู‡ู

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, โ€œAllah dan Rasul-Nya lebih tahu.โ€ Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, โ€œGhibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.โ€ Seseorang bertanya, โ€œWahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?โ€ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, โ€œApabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti).โ€[3] Ghibah dan menfitnah (menuduh tanpa bukti) sama dua keharaman. Namun untuk ghibah dibolehkan jika ada tujuan yang syarโ€™i yaitu dibolehkan dalam enam keadaan sebagaimana dijelaskan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah. Enam keadaan yang dibolehkan menyebutkan โ€˜aib orang lain adalah sebagai berikut:

  1. Mengadu tindak kezholiman kepada penguasa atau pada pihak yang berwenang. Semisal mengatakan, โ€œSi Ahmad telah menzholimiku.โ€
  2. Meminta tolong agar dihilangkan dari suatu perbuatan mungkar dan untuk membuat orang yang berbuat mungkar tersebut kembali pada jalan yang benar. Semisal meminta pada orang yang mampu menghilangkan suatu kemungkaran, โ€œSi Rahmat telah melakukan tindakan kemungkaran semacam ini, tolonglah kami agar lepas dari tindakannya.โ€
  3. Meminta fatwa pada seorang mufti seperti seorang bertanya mufti, โ€œSaudara kandungku telah menzholimiku demikian dan demikian. Bagaimana caranya aku lepas dari kezholiman yang ia lakukan.โ€
  4. Mengingatkan kaum muslimin terhadap suatu kejelekan seperti mengungkap jeleknya hafalan seorang perowi hadits.
  5. Membicarakan orang yang terang-terangan berbuat maksiat dan bidโ€™ah terhadap maksiat atau bidโ€™ah yang ia lakukan, bukan pada masalah lainnya.
  6. Menyebut orang lain dengan sebutan yang ia sudah maโ€™ruf dengannya seperti menyebutnya si buta. Namun jika ada ucapan yang bagus, itu lebih baik.[4]

Adapun dosa ghibah dijelaskan dalam firman Allah Taโ€™ala,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูุซู’ู…ูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฌูŽุณู‘ูŽุณููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ุชูŽุจู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถู‹ุง ุฃูŽูŠูุญูุจู‘ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽูŠู’ุชู‹ุง ููŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชูู…ููˆู‡ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽูˆู‘ูŽุงุจูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ

โ€œHai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.โ€ (QS. Al Hujurat: 12)

Kata Ibnu Katsir rahimahullah, โ€œGhibah diharamkan berdasarkan ijmaโ€™ (kesepakatan para ulama). Dan tidak ada pengecualian dalam hal ini kecuali jika benar-benar jelas maslahatnya.โ€[5]

Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, โ€œAllah Taโ€™ala memisalkan ghibah (menggunjing orang lain) dengan memakan bangkai seseorang. Karena bangkai sama sekali tidak tahu siapa yang memakan dagingnya. Ini sama halnya dengan orang yang hidup juga tidak mengetahui siapa yang menggunjing dirinya. Demikianlah keterangan dari Az Zujaj.โ€[6]

Asy Syaukani rahimahullah kembali menjelaskan, โ€œDalam ayat di atas terkandung isyarat bahwa kehormatan manusia itu sebagaimana dagingnya. Jika daging manusia saja diharamkan untuk dimakan, begitu pula dengan kehormatannya dilarang untuk dilanggar. Ayat ini menjelaskan agar seseorang menjauhi perbuatan ghibah. Ayat ini menjelaskan bahwa ghibah adalah perbuatan yang teramat jelek. Begitu tercelanya pula orang yang melakukan ghibah.โ€[7]

Jika kita sudah tahu demikian tercelanya membicarakan aib saudara kita โ€“tanpa ada maslahat-, maka sudah semestinya kita menjauhkan diri dari perbuatan tersebut. Aib kita sebenarnya lebih banyak karena itulah yang kita ketahui. Dibanding aib orang lain, sungguh kita tidak mengetahui seluk beluk dirinya.

Nasehat ini adalah nasehat untuk diri sendiri karena asalnya nasehat adalah memang demikian. Ya Allah, tunjukkanlah pada kami jalan untuk selalu memperbaiki jiwa ini. Amin Yaa Samiiโ€™um Mujiib.

Sore hari menjelang berbuka,

โ€œmentransformasi kegelisahan menjadi pola pikir dan pola tindak yang positif dan benarโ€

Tinggalkan komentar

Assalamu’alaykum WarahmatuLlahi Wabarakatuh

Dalam ranah Pengembangan Sumber Daya Insani, dikenal istilah TASK. Bahwa seorang staf (pekerja) di perusahaan dinilai dari empat (empat) kualitas diri yang dimilikinya. Yaitu, Talent (bakat), Attitude (sikap), Skills (keterampilan), dan Knowledge (pengetahuan). Keempat kualitas itu secara signifikan akan menentukan keberhasilannya selaku individu dalam menjalankan tugas-tugas perusahaan.

Dan, secara lebih luas, akan mampu menarik kereta organisasi menuju pencapaian target dan tujuan yang diharapkan. Keempat kualitas di atas bisa diringkas menjadi dua (dua) kategori besar: yaitu Keterampilan (termaktub di dalamnya kualitas skills dan knowledge) dan Karakter (mencakup talent dan attitude).

Bagi perusahaan, keahlian atau keterampilan yang dimiliki setiap karyawannya akan menentukan kontribusi yang dapat diberikan. Itulah sebabnya, menjadi wajar bila kebutuhan perusahaan akan karyawan dimulai dari penilaian terhadap keahlian yang dimilikinya.

Khalifah Ali bin Abi Thalib RA pernah memerintahkan Asytar al-Nukhai, gubernur Mesir untuk mendapatkan pekerja-pekerja yang andal. Dalam perintahnya, ia mengatakan, โ€œJika engkau ingin mengangkat karyawan, maka pilihlah secara selektif. Janganlah engkau mengangkatnya karena ada unsur kecintaan dan kemuliaan (baca: nepotisme), karena hal ini akan menciptakan golongan durhaka dan khianat. Pilihlah karyawan karena pengalaman dan kompetensi yang dimilikiย  โ€ฆ.โ€

Begitupun, karakter memegang peran penting. Karena menjadi fondasi nilai bagi keterampilan yang dimiliki setiap individu karyawan. Karakter inilah yang menjadi benteng kokoh dari serangan-serangan berbagai nilai yang merusak.

Itulah sebabnya, Ali bin Abi Thalib ra melanjutkan perintahnya kepada Gubernur Mesir Asytar al-Nukhai untuk memperhatikan karakter sebagai faktor penentu dalam merekrut pegawai. Berikut nukilan perintah beliau, โ€œโ€ฆ. Pilihlah karyawan karena memiliki tingkat ketakwaannya dan keturunan orang shaleh, serta orang yang memiliki akhlak mulia, argumen yang shahih, tidak mengejar kemuliaan (pangkat) dan memiliki pandangan yang luas atas suatu persoalan.โ€

Kompetensi atau keterampilan menjadi ranah pengembangan SDI. Sebaliknya karakter sepatutnya berada pada ranah penarikan SDI. Mengapa demikian? Karena kompetensi atau keterampilan lebih mudah untuk diasah dan dikembangkan di masa depan dibanding karakter.

Tanpa memperhatikan keduanya, atau lebih mengedepankan keterampilan yang dimiliki saat ini tanpa memedulikan karakternya, akan mengakibatkan preseden buruk bagi perusahaan. Alih-alih mecapai tujuan bisnis, justru semua kerja yang dilakukan akan semakin mengerdilkan eksistensi perusahaan.

โ€œKetika engkau menyia-nyiakan amanah, maka tunggulah kehancuran. Dikatakan, โ€˜Wahai Rasulullah, apa yang membuatnya sia-sia?โ€™ Rasul bersabda, โ€˜Ketika suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.โ€ (HR Bukhari).

Hello world!

1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!